Studi terbaru Universitas Teknik Munich mengungkap bagaimana bantuan AI secara dramatis meningkatkan keterbacaan dan pemahaman laporan pemindaian CT untuk pasien kanker, mengurangi waktu membaca dan meningkatkan tingkat kepuasan.
Jargon medis dapat menjadi kendala bagi banyak pasien yang mencoba memahami laporan diagnostik mereka. Untuk mengatasi hal ini, tim dari Universitas Teknik München (TUM) telah memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan temuan CT, menjadikannya lebih mudah diakses dan dipahami oleh pasien kanker.
Studi Menunjukkan AI sebagai Pengubah Permainan
Studi TUM, diterbitkan dalam jurnal Radiologi, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kepuasan pasien.
Dengan menggunakan model bahasa besar sumber terbuka, para peneliti menyederhanakan laporan medis sambil mematuhi peraturan perlindungan data pada server aman Rumah Sakit Universitas TUM.
Diagnosis medis yang kompleks seperti, "Siluet kardiomediastinum berada di garis tengah. Ruang jantung biasanya opasitas. [...] Terlihat sedikit efusi perikardial," diubah oleh AI menjadi versi yang lebih mudah dipahami: "Jantung: Laporan mencatat adanya sedikit cairan di sekitar jantung Anda. Ini adalah temuan umum, dan dokter Anda akan menentukan apakah hal ini memerlukan perhatian."
Dampak pada Pemahaman Pasien
Memahami terminologi medis sangat penting untuk perawatan pasien.
"Memastikan pasien memahami laporan, pemeriksaan, dan perawatan mereka merupakan pilar utama kedokteran modern. Inilah satu-satunya cara untuk menjamin persetujuan berdasarkan informasi dan memperkuat literasi kesehatan," ujar Felix Busch, salah satu penulis terakhir, asisten dokter di Institut Radiologi Diagnostik dan Intervensional, dalam siaran pers.
Tim peneliti melibatkan 200 pasien kanker yang telah menjalani pencitraan CT di Rumah Sakit Universitas TUM. Separuh pasien menerima laporan asli, sementara separuh lainnya menerima versi yang disederhanakan.
Hasilnya patut dicatat: waktu baca untuk laporan asli rata-rata tujuh menit, sedangkan teks yang disederhanakan hanya memerlukan waktu dua menit untuk dibaca.
Selain itu, 81% pasien merasa laporan yang disederhanakan lebih mudah dibaca dibandingkan 17% yang merasa dokumen asli.
Demikian pula, 80% melaporkan pemahaman yang lebih baik dan 82% menganggap versi yang disederhanakan bermanfaat dan informatif dibandingkan dengan persentase yang jauh lebih rendah untuk teks asli.
Arah dan Perhatian Masa Depan
Meskipun umpan balik positifnya menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah tingkat pemahaman yang lebih baik ini secara langsung menghasilkan hasil kesehatan yang lebih baik.
"Menyediakan laporan yang disederhanakan secara otomatis sebagai layanan tambahan di samping laporan spesialis memang memungkinkan. Namun, prasyaratnya adalah ketersediaan solusi AI yang optimal dan aman di klinik," tambah Busch.
Meskipun ada kemajuan, para peneliti menyarankan untuk tidak menggunakan AI tanpa pengawasan profesional.
“Selain masalah perlindungan data, model bahasa selalu mengandung risiko kesalahan faktual,” tambah penulis pertama Philipp Prucker.
Dalam studi tersebut, beberapa laporan yang dihasilkan AI mengandung ketidakakuratan (6%), kelalaian (7%), atau informasi tambahan yang tidak terdapat dalam laporan asli (3%). Oleh karena itu, setiap laporan yang disederhanakan dengan AI ditinjau dan dikoreksi oleh tenaga medis profesional sebelum diberikan kepada pasien.
"Model bahasa memang alat yang berguna, tetapi tidak dapat menggantikan staf medis. Tanpa spesialis terlatih yang memverifikasi temuan, pasien mungkin, dalam kasus terburuk, menerima informasi yang salah tentang penyakit mereka," tambah Prucker.
Sumber: Universitas Teknik Munich

