Peneliti Petakan Titik Panas Pemadaman Listrik di AS Menggunakan AI

Sebuah studi inovatif dari Texas A&M University telah menghasilkan Indeks Kerentanan Sistem Tenaga Listrik menggunakan AI. Alat ini menyoroti wilayah-wilayah di AS yang paling rentan terhadap pemadaman listrik, dengan tujuan membantu para pembuat kebijakan memperkuat infrastruktur.

Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem seperti Badai Beryl dan Badai Musim Dingin Uri, pemadaman listrik jangka panjang telah menjadi perhatian yang signifikan. Warga Texas, khususnya, telah sering menghadapi gangguan, tetapi sebuah alat yang baru dikembangkan oleh Universitas Texas A&M bertujuan untuk mengatasi masalah ini dalam skala nasional.

Para peneliti di Urban Resilience AI Lab di Texas A&M telah memanfaatkan pembelajaran mesin untuk membuat Indeks Kerentanan Sistem Tenaga (PSVI), alat nasional yang mengidentifikasi wilayah yang berisiko tinggi mengalami pemadaman listrik.

"Dengan menggunakan data dari Laboratorium Nasional Oak Ridge, kami dapat mempelajari pengaruh peristiwa cuaca terhadap frekuensi dan durasi pemadaman listrik nasional selama 10 tahun terakhir," ujar Junwei Ma, peneliti pascadoktoral di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Zachry, dalam siaran pers. "Kumpulan data tersebut mencakup lebih dari 179 juta titik data yang diurutkan berdasarkan waktu dan lokasi, sehingga kami dapat membuat PSVI."

Penelitian, diterbitkan dalam jurnal Applied Energy, mengungkap tren yang meresahkan: peningkatan nyata dalam frekuensi dan durasi pemadaman listrik akibat cuaca di seluruh Amerika Serikat.

Ma, bersama rekan peneliti pascadoktoralnya Bo Li, Olufemi A. Omitaomu dari Laboratorium Nasional Oak Ridge, dan Ali Mostafavi, seorang profesor di Departemen Zachry, mengidentifikasi beberapa area berisiko tinggi.

Pantai Timur dan Barat, serta wilayah Danau Besar dan Teluk, muncul sebagai titik panas dengan kerentanan sistem tenaga listrik yang signifikan.

β€œIni adalah alat interaktif yang dapat menampilkan peringkat dan skor PSVI secara keseluruhan di masing-masing wilayah AS selama dekade terakhir, dan bagaimana kerentanan berubah dari tahun ke tahun,” tambah Ma.

Tersedia untuk umum Peta PSVI menyediakan representasi visual yang jelas tentang area yang berisiko, sehingga membekali pembuat kebijakan dengan informasi penting untuk perencanaan dan investasi infrastruktur.

Dengan penyelidikan lebih lanjut, tim peneliti menyadari banyak pusat data AI, yang krusial untuk menyimpan sejumlah besar data, berlokasi di titik-titik panas yang teridentifikasi ini.

Temuan ini menggarisbawahi perlunya infrastruktur yang diperkuat untuk melindungi sumber daya digital yang vital.

Mostafavi, yang juga menjabat sebagai direktur Urban Resilience AI Lab, menguraikan implikasi yang lebih luas, menambahkan: "Kami tahu bahwa kondisi kerentanan sistem kelistrikan di seluruh negeri semakin memburuk. Namun, besarnya dampaknya sungguh mengejutkan, dan lebih besar dari yang kami perkirakan. Setelah 2019, kami melihat peningkatan tahunan sebesar 20% dalam durasi, frekuensi, dan besarnya pemadaman."

Peningkatan kerentanan sistem kelistrikan ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan; namun juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Pemadaman listrik yang berkepanjangan dan sering dapat membatasi akses terhadap makanan, menghambat transportasi, dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Mengetahui area mana yang paling rentan memungkinkan para pengambil keputusan untuk memprioritaskan alokasi sumber daya dan peningkatan infrastruktur, sehingga meningkatkan ketahanan masyarakat.

Sumber: Universitas Texas A & M