Tumpahan Limbah dan Angin Pantai Bisa Menyebarkan Mikroplastik di Udara, Menurut Studi

Para peneliti dari Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth telah mengungkap kemungkinan hubungan antara tumpahan limbah, angin pantai, dan mikroplastik di udara. Studi terobosan ini menunjukkan implikasi kesehatan masyarakat yang signifikan bagi masyarakat pesisir.

Kota-kota pesisir mungkin menghadapi ancaman tak kasat mata namun berpotensi berbahaya: mikroplastik di udara. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh ilmuwan kelautan, pakar kesehatan manusia, dan spesialis data besar dari Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth mengungkapkan bahwa kombinasi luapan limbah dan angin pantai dapat mengirimkan miliaran partikel mikroplastik di udara ke lingkungan pesisir kita.

Diterbitkan Dalam jurnal Scientific Reports, studi ini dengan cermat menganalisis data dua tahun tentang luapan saluran pembuangan gabungan ke Plymouth Sound. Para peneliti memeriksa data meteorologi dan satelit pada hari yang sama dan jangka panjang untuk mengevaluasi seberapa sering kondisi aerosolisasi β€” ketika partikel berpindah dari air ke udara β€” terpenuhi. 

Temuan mereka menghasilkan kasus yang meyakinkan.

Selama 178 hari dalam periode dua tahun yang diteliti, tumpahan limbah terjadi bersamaan dengan angin berkecepatan lebih dari 6.5 meter per detik (23.4 km/jam), yang bertiup kembali ke pantai dan menuju kota Plymouth. Hal ini kemungkinan terjadi selama hampir 1,600 jam, atau 10% dari periode yang dianalisis. 

Begitu mengudara, partikel-partikel ini dapat terhirup oleh penduduk setempat, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Lauren Biermann, dosen ilmu kelautan di Universitas Plymouth dan penulis korespondensi studi ini, menyoroti implikasi penting dari penelitian ini.

"Studi kami adalah yang pertama yang menghubungkan polusi air dengan kualitas udara, dan menimbulkan pertanyaan tentang potensi risiko kesehatan," ujarnya dalam siaran pers.

Studi ini merupakan sintesis dari penelitian yang ada yang menunjukkan konsentrasi tinggi mikroplastik dalam tumpahan limbah dan peran angin dalam mengangkut partikel ini dari laut ke udara.

Dengan ribuan kota di seluruh dunia yang masih menggunakan sistem pembuangan limbah gabungan, temuan tersebut menunjukkan bahwa tumpahan pesisir, jika digabungkan dengan angin darat, dapat menjadi sumber mikroplastik di udara yang sebelumnya diabaikan.

"Selalu ada kesenjangan antara jumlah mikroplastik yang kami duga mengendap di lautan, dan konsentrasi yang diamati melalui pengukuran berbasis kapal. Kami rasa kami akhirnya menemukan penyebabnya, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia sungguh mengkhawatirkan," tambah rekan penulis David Moffat, pemimpin kecerdasan buatan dan ilmuwan data di Laboratorium Kelautan Plymouth.

Penelusuran lebih lanjut terhadap data satelit mengungkapkan adanya gumpalan sungai yang bertepatan dengan tumpahan limbah, yang dapat diamati hingga sekitar 10 kilometer lepas pantai. Penurunan kejernihan air pesisir yang paling signifikan terjadi pada akhir musim gugur dan awal musim dingin, sejalan dengan periode puncak tumpahan selama dekade terakhir.

Tim peneliti meminta dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki hubungan antara tumpahan limbah, kualitas udara, dan potensi bahaya kesehatan.

Mereka juga menganjurkan untuk mengintegrasikan pemantauan kualitas udara dengan penilaian air pesisir untuk lebih memahami jalur paparan.

Rekan penulis Clive Sabel, seorang profesor data besar dan ilmu spasial di Universitas Plymouth, menekankan urgensinya: β€œImplikasi kesehatan dari penelitian ini penting. Mikroplastik yang terhirup dapat masuk ke aliran darah kita dan dari sana dapat terakumulasi di organ-organ seperti otak dan hati kita. Kita membutuhkan undang-undang untuk memaksa perusahaan penyedia air di Inggris membuang mikroplastik dari sistem air limbah kita.”

Seiring terus berkembangnya pemahaman tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia, studi ini menggarisbawahi perlunya tindakan segera dan komprehensif. Dengan mengidentifikasi sumber potensial baru mikroplastik di udara, penelitian ini tidak hanya memajukan pengetahuan ilmiah tetapi juga mendorong diskusi kritis di bidang kesehatan masyarakat dan pertimbangan kebijakan.

Sumber: University of Plymouth