-
Studi Menemukan bahwa kesehatan mental yang buruk terkait dengan layanan kesehatan yang lebih buruk di seluruh dunia.

Sebuah survei besar-besaran di 18 negara mengungkapkan bahwa orang-orang dengan kesehatan mental yang buruk secara konsisten mengalami kualitas layanan kesehatan yang lebih buruk, lebih banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kurangnya kepercayaan pada sistem medis — di mana pun mereka tinggal. Temuan ini menyerukan kepada sistem kesehatan untuk berhenti memperlakukan kesehatan mental sebagai masalah yang terpisah.
-
Sarapan, Tidur, dan Olahraga Dapat Meningkatkan Ketahanan Anda terhadap Stres
Penelitian baru dari Universitas Binghamton menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari seperti sarapan, tidur cukup, dan berolahraga dapat membantu mahasiswa mengatasi stres dengan membangun fleksibilitas psikologis. Studi ini menunjukkan perubahan gaya hidup sederhana yang dapat mempermudah untuk bangkit kembali ketika hidup menjadi sulit.
-
Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan Dikaitkan dengan Kesepian pada Mahasiswa di AS
Sebuah survei nasional besar-besaran menemukan bahwa lebih dari separuh mahasiswa di AS merasa kesepian, dan mereka yang menghabiskan waktu paling banyak di media sosial sangat berisiko. Para peneliti mengatakan kampus dapat membantu dengan mengajarkan kebiasaan digital dan menciptakan lebih banyak cara bagi mahasiswa untuk terhubung secara offline.
-
Menyoroti Kekuatan Membantu Penderita Depresi Mencapai Tujuan
Sebuah studi baru dari Universitas Wina menunjukkan bahwa ketika orang yang mengalami depresi didorong untuk mengenali kekuatan mereka, kepercayaan diri dan kemampuan mereka untuk mengejar tujuan pribadi meningkat. Temuan ini menantang stereotip umum yang menganggap depresi sebagai kelemahan.
-
Dukungan Emosional Melalui Media Sosial Dikaitkan dengan Penurunan Kecemasan pada Dewasa Muda
Sebuah studi nasional yang melibatkan lebih dari 2,400 orang dewasa muda menemukan bahwa perasaan mendapat dukungan emosional di media sosial dikaitkan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah, terutama untuk tipe kepribadian tertentu. Penelitian ini menyoroti baik potensi maupun keterbatasan dukungan daring untuk kesehatan mental.
-
Program Koneksi Sosial Dini Membantu Mengurangi Kesepian Siswa
Sebuah program baru selama lima minggu di Universitas Radboud menunjukkan bahwa membantu mahasiswa terhubung satu sama lain sejak dini dapat meningkatkan kepuasan hidup dan mengurangi kesepian. Pendekatan berbiaya rendah ini dapat menawarkan universitas cara praktis untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.
-
Status Lajang Jangka Panjang pada Dewasa Muda Dikaitkan dengan Kesejahteraan yang Lebih Rendah
Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 17,000 anak muda di Jerman dan Inggris menemukan bahwa tetap melajang hingga akhir usia dua puluhan dikaitkan dengan kepuasan hidup yang lebih rendah dan lebih banyak kesepian. Temuan ini menyoroti baik manfaat dari hubungan romantis pertama maupun risiko dari kesendirian yang berkepanjangan bagi kesejahteraan mental.
-
Apa yang Terungkap dari Tahun 2025 tentang Kesejahteraan, Ketahanan, dan Perawatan

Pada tahun 2025, para peneliti kesehatan mental di universitas berfokus pada pendekatan yang lebih mudah diakses, preventif, dan berbasis dunia nyata untuk mendukung kesejahteraan. Di berbagai disiplin ilmu, studi menunjukkan bahwa hasil kesehatan mental dibentuk tidak hanya oleh pengobatan, tetapi juga oleh lingkungan sehari-hari, perilaku, dan dukungan sosial. Temuan utama dari tahun 2025 meliputi: Secara bersama-sama, temuan-temuan ini menyoroti pergeseran menuju strategi kesehatan mental terintegrasi — menggabungkan…
-
Tidur lebih lama di akhir pekan dapat membantu melindungi kesehatan mental remaja.
Sebuah studi baru terhadap remaja berusia 16 hingga 24 tahun menunjukkan bahwa tidur lebih lama di akhir pekan dapat membantu melindungi remaja dan dewasa muda dari gejala depresi. Temuan ini menyoroti bagaimana kebiasaan tidur yang tidak sempurna sekalipun masih dapat mendukung kesehatan mental.
-
Terapi Teks Sama Efektifnya dengan Panggilan Video untuk Mengatasi Depresi, Temuan Studi Baru
Penelitian baru yang diterbitkan di JAMA Network Open mengungkapkan bahwa psikoterapi berbasis teks dapat secara efektif mengobati depresi, menyaingi sesi video langsung tradisional. Studi ini menawarkan kabar baik bagi jutaan individu yang berjuang melawan depresi setiap tahun, menyoroti aksesibilitas dan fleksibilitas yang lebih besar dalam perawatan kesehatan mental. Studi ini menganalisis hasil dari 850 orang dewasa yang menerima psikoterapi berbasis pesan…