-
Bagaimana Sedikit Keacakan Dapat Memecah Ruang Gema Media Sosial
Sebuah studi baru dari Universitas Rochester menunjukkan bahwa ruang gema (echo chamber) bukanlah hal yang tak terhindarkan di dunia maya. Perubahan kecil yang menambahkan unsur acak pada umpan berita dapat membuat orang lebih terbuka terhadap pandangan yang berbeda.
-
Nanopartikel yang Diaktifkan Cahaya Menjanjikan Perawatan Kanker yang Lebih Lembut dan Lebih Tepat
Para peneliti NYU Abu Dhabi telah merekayasa nanopartikel yang diaktifkan cahaya yang dapat menemukan dan menghancurkan tumor sekaligus melindungi jaringan sehat. Pendekatan ini dapat membuka jalan bagi pengobatan kanker yang lebih tepat dan kurang berbahaya.
-
Ultrasonografi 3D Portabel MIT Dapat Mengubah Cara Pemeriksaan Kanker Payudara
Para peneliti MIT telah menciptakan sistem USG 3D seukuran ponsel pintar yang dirancang untuk membuat pemeriksaan kanker payudara lebih sering, terjangkau, dan mudah diakses. Perangkat portabel ini dapat membantu mendeteksi tumor agresif lebih dini, terutama bagi orang-orang yang jauh dari rumah sakit besar.
-
Para insinyur Penn merancang pusat data tenaga surya yang terikat di luar angkasa.
Para insinyur di Universitas Pennsylvania telah merancang pusat data bertenaga surya yang akan mengorbit Bumi dengan menggunakan tali panjang yang menyerupai tumbuhan. Konsep ini bertujuan untuk memindahkan komputasi AI yang boros energi dari Bumi ke luar angkasa dengan menggunakan teknologi yang sudah ada.
-
Robot di Tempat Kerja: Studi Mengatakan Kolaborasi Lebih Baik daripada Penggantian
Sebuah studi baru berpendapat bahwa perusahaan yang mengejar otomatisasi penuh mungkin melewatkan keunggulan kompetitif yang sebenarnya: manusia dan robot yang bekerja bersama. Para peneliti mengatakan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan loyalitas karyawan.
-
Penyangga Leher 'Revoice' yang Lembut Membantu Pasien Stroke Berbicara Kembali
Sebuah alat bantu leher baru yang lembut dan dapat dicuci bernama Revoice menggunakan sensor ultra-sensitif dan AI untuk mengubah beberapa kata yang diucapkan menjadi kalimat lengkap dan ekspresif bagi para penyintas stroke. Para peneliti mengatakan alat ini dapat mengembalikan kemandirian tanpa implan otak invasif.
-
Teknologi USG Baru Secara Tajam Mengurangi Hasil Positif Palsu pada Pemindaian Payudara
Metode pemrosesan ultrasonografi baru dari Johns Hopkins dapat membedakan kista berisi cairan dari massa payudara padat yang berpotensi kanker dengan akurasi hampir sempurna, menjanjikan lebih sedikit alarm palsu, lebih sedikit biopsi, dan mengurangi kecemasan bagi pasien.
-
Robot Terprogram Terkecil di Dunia Dapat Mengubah Dunia Kedokteran
Hampir tak terlihat oleh mata telanjang, robot-robot baru seharga satu sen ini dapat berenang, mendeteksi suhu, dan menjalankan program-program kecil yang ditenagai oleh cahaya. Para peneliti mengatakan bahwa generasi pertama ini suatu hari nanti dapat membantu memantau sel-sel individual dan membangun perangkat mikroskopis.
-
Terobosan Chip Mini Dapat Meningkatkan Kinerja Komputer Kuantum Secara Signifikan
Sebuah tim insinyur telah membangun sebuah chip optik setipis rambut yang dapat mengontrol cahaya laser secara presisi menggunakan daya yang jauh lebih sedikit, menawarkan jalur praktis menuju komputer kuantum yang jauh lebih besar. Perangkat ini dibuat di pabrik chip standar, sehingga murah dan mudah diproduksi dalam skala besar.
-
Terobosan MIT Dapat Mengubah Infus Antibodi IV Menjadi Suntikan Sederhana
Para insinyur MIT telah menemukan cara untuk mengemas obat antibodi ke dalam partikel kecil dan sangat terkonsentrasi yang dapat disuntikkan melalui jarum suntik standar. Kemajuan ini dapat mengubah infus rumah sakit yang memakan waktu berjam-jam menjadi suntikan cepat, sehingga pengobatan yang menyelamatkan nyawa menjadi lebih mudah diakses.
